Perubahan Sosial dan
Kebudayaan
Perubahan
sosial adalah Perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku antar
kelompok dalam masyarakat (Selo Soemardjan). Secara umum perubahan sosial
adalah perubahan dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosial, nilai, sikap,
dan pola perilaku
Ø Unsur-unsur
perubahan sosial, di antaranya :
- Interaksi sosial : Hubungan timbal balik antara individu-individu, kelompok-kelompok, individu-kelompok dalam kehidupan masyarakat.
- Lembaga-lembaga sosial : Lembaga yang memuat aturan-aturan pada kebutuhan pokok manusia dari segala tingkatannya.
- Kelompok sosial : Pengelempokan manusia berdasarkan kepentingan tertentu
- Pelapisan (stratifikasi) sosial : Pengelompokan penduduk/ masyarakat berdasarkan tingkat sosialnya.
Ø Bentuk-bentuk
perubahan sosial menurut Soejono Sukanto, yaitu :
- Evolusioner yaitu perubahan
sosial dalam proses yang lambat tanpa disertai rencana. Contoh: evoulusi
zaman modern.
- Revolusioner yaitu perubahan
sosial dalam proses yang cepat dapat dilakukan dengan perencanaan maupun
tidak dengan perencanaan. Contoh: Perkembangan industri
- Perubahan yang dikehendaki
yaitu perubahan yang sudah direncanakan oleh pihak-pihak yang ingin
melakukan perubahan. Contoh: KB (keluarga berencana)
- Perubahan yang dipaksa/ tidak dikehendaki yaitu perubahan yang
tidak dikehendaki masyarakat. Contoh: pembangunan gedung-gedung yang
menyebabkan wilayah pemukiman menjadi sempit.
Perubahan
kebudayaan adalah perubahan dalam sistem ide yang dimiliki bersama pada
berbagai bidang kehidupan dalam masyarakat bersangkutan.
Ø Unsur-unsur
perubahan kebudayaan
- Sistem peralatan hidup : Peralatan dan perlengkapan hidup manusia seperti perumahan, pakaian, alat-alat rumah tangga, senjata, alat- alat produksi, dan transportasi.
- Bahasa : Sarana komunikasi utama manusia untuk mengenal sesamanya. Bahasa meliputi bahasa lisan, dan bahasa tulis.
- Sistem pengetahuan : Pengetahuan yang dimiliki masyarakat sangat terkait dengan pengalaman hidup yang dilalui masyarakat tersebut. Contohnya : perkembangan teknologi yang sering mengalami perubahan.
- Sistem kemasyarakatan : Sistem kemasyarakatan sering berubah juga meliputi sistem perkawinan dan lain sebagainya.
- Sistem ekonomi mata pencaharian : Sistem ekonomi mata pencaharian meliputi pertanian, pertenakan, perikanan dll. Sistem mata pencaharian masyarakat selalu berubah.
- Sistem religi : Sistem yang dianut masyarakat yang telah mengalami perubahan, dulu masyarakat menganut animisme dan dinamisme. Akan tetapi sekarang banyak masyarakat telah menganut agama dan mempercayai adanya Tuhan
- Kesenian : Kesenian meliputi seni tari, seni suara, seni lukis, seni pahat, seni musik dll. Bentuk seni telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Ø Bentuk-bentuk
perubahan kebudayaan
·
Invasi
Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke
dalam kebudayaan setempat dengan cara peperangan/ penaklukan bangsa asing
terhadap bangsa lain.
·
Difusi
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari suatu
tempat ke tempat lain, dari orang ke orang lain, dan dari masyarakat ke
masyarakat lain. Contoh: masuknya budaya barat ke Indonesia yaitu pakaian yang
fashion
·
Akulturasi
Masuknya budaya asing tetapi tidak
menghilangkan budaya asli. Contoh: Bangunan rumah di daerah Kota, Jakarta Utara
dan Juga Museum Fatahillah Jakarta merupakan wujud akulturasi dari kebudayaan
yang dibawa oleh bangsa-bangsa Eropa ketika menjajah Indonesia.
·
Asimilasi
Masuknya budaya asing dan mengakibatkan
budaya asli menjadi hilang. Contoh: Orang tionghoa tinggal di Sumatra Utara dan
mereak mempelajari bahasa dan budaya setempat.
·
Sinkretisme
Unsur-unsur lama bercampur dengan yang baru
dan membentuk sebuah sistem baru. Contoh: Penggabungan antara Dua Agama/Aliran
atau Lebih.
·
Milenarisme
Milenarisme adalah satu bentuk kebangkitan
yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah
lama menderita dalam kedudukan sosial yang rendah.
Ø Bentuk-bentuk
perubahan “Sosial dan budaya” dalam masyarakat
·
Progress: Perubahan sosial yang membawa
kemajuan bagi masyarakat bersangkutan. Progress terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Planned
progress : Perubahan yang diperkiraan atau yang telah direncanakan sebelumnya
oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat.
2. Unplanned
progress : Perubahan yang berlangsung diluar kehendak dan pengawasan masyarakat.
·
Regres: Regres adalah perubahan sosial yang
membawa kemunduran bagi masyarakat.
Ø Faktor-faktor
penyebab perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat
·
Faktor Intern
a. Bertambah/
berkurangnya penduduk
Bertambah/ berkurangnya penduduk menyebabkan
terjadinya perubahan sosial baik didaerah yang ditinggalkan. Bertambahnya
penduduk mengakibatkan perubahan struktur masyarakat pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
b. Penemuan-penemuan
baru
Inovasi merupakan suatu proses sosial dan
kebudayaan besar yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
c. Konflik
(pertentangan) dalam masyarakat
Konflik berasal dari kata kerja latin configere yang
berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik artinya suatu proses sosial
antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan
pihak lain dengan menghancurkan atau membuat tidak berdaya.
d. Terjadi
pemberontakan dalam masyarakat
Pemberontakan atau revolusi pada suatu negara
akan membawa perubahan sosial dan budaya masyarakatnya. Karena revolusi akan
berpengaruh besar pada perubahan struktur masyarakat dan lembaga masyarakat
mulai dari yang terkecil yaitu keluarga hingga sampai lembaga lembaga
Negara.
·
Faktor Extern
a. Perubahan
lingkungan alam
Lingkungan alam tidak selamanya tetap, tetapi
mudah berubah. Terjadinya berbagai bencana alam, menyebabkan tempat tinggal
masyarakat terganggu. Misalnya peristiwa tsunami di aceh.
b. Peperangan
Peperangan dengan negara lain dapat
menyebabkan terjadinya perubahan perubahan yang sangat besar baik pada lembaga
kemasyarakatan maupun struktur masyarakat. Negara yang menang biasanya memaksa
negara yang kalah untuk tunduk dan takluk menerima apa yang diinginkan oleh
para pemenang, termasuk juga menerima kebudayaannya.
c. Pengaruh
perubahan lain
Adanya pengaruh dari masyarakat lain dapat
menyebabkan terjadinya perubahan sosial dan budayanya hubungan yang dilakukan
secara fisik antara dua masyarakat. Misalnya orang indonesia pada akhir akhir
ini banyak yang menggunakan pakaian ala orang barat.
Ø Faktor-faktor
perubahan sosial budaya
·
Faktor pendorong
a. Kontak dengan kebudayaan lain
Kontak dengan kebudayaan lain akan mendorong
terjadinya perubahan, karena unsur-unsur kebudayaan tersebut akan saling
menyebar dari masyarakat satu ke masyarakat lainnya.
b. Sistem pendidikan formal yang maju
Pendidikan mengajarkan manusia untuk berfikir
secara objektif, yang akan dapat memberikan kemampuan baginya untuk menilai
apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan xaman atau tidak
c. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan
untuk maju
Masyarakat akan memberikan pendorong bagi
usaha usaha untuk mengadakan penemuan penemuan baru apabila memiliki sikap
menghargai hasil karya orang lain dan memiliki kemauan untuk maju
d. Toleransi terhadap perbuatan –
perbuatan yang menyimpang (devition) yang bukan merupakan delik
Artinya apabila masyarakat menerima suatu
bentuk tindakan yang berbeda dari kebiasaan masyarakat yang perbuatan tersebut
bukan berupa kejahatan
e. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat
(open stratification)
Sistem yang terbuka memungkinkan adanya gerak
sosial vertikal yang luas yang berarti memberi kesempatan bagi orang-perorangan
untuk maju atas dasar kemampuan-kemampuannya.
f. Penduduk yang heterogen
Masyarakat masyarakat yang
terdiri dari kelompok kelompok sosial yang mempunyai latar belakang, kebudayaan
yang berbeda, ras yang berbeda, ideologi yang berbeda dst, mempermudah
terjadinya pertentangan pertentangan yang menyebabkan kegoncangan-kegoncangan.
g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang
kehidupan tertentu
Keadaan ini apabila telah terjadi dalam waktu
lama, serta masyakarat mengalami tekanan-tekanan dan kekecewaan, dapat
menyebabkan timbulnya suatu revolusi dalam masyarakat tersebut.
·
Faktor Penghambat
a. Kurangnya
hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain
b. Perkembangan
ilmu pengetahuan yang terlambat
c. Sikap
masyarakat yang sangat tradisional
d. Adanya
kepentingan-kepentingan yang telah tertanam sangat kuat (vested interests)
e. Rasa
takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f. Prasangka
terhadap hal-hal yang baru atau asing atau sikap yang tertutup
g. Hambatan-hambatan
yang bersifat ideologis
h. Adat
atau kebiasaan
i.
Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk
dan tak mungkin/sulit diperbaiki
Ø Dampak
perubahan sosial budaya
- Dampak
Positif
a. Semakin
rekatnya integrasi dalam masyarakat. Hal ini terjadi apabila masyarakat
bijaksana dalam menyikapi perubahan yang ada. Dengan sikap yang bijaksana
perubahan sosial tidak menimbulkan konflik.
b. Dapat
mengadopsi unsur-unsur kebudayaan dari masyarakat luar, sebagai sumber penambah
kekayaan budaya suatu masyarakat. Unsur-unsur budaya yang diadopsi adalah unsur
budaya yang mudah diterima oleh masyarakat.
c. Dapat
mengubah pandangan masyarakat yang kurang sesuai dengan perkembangan zaman.
Dampak ini khususnya dirasakan manusia oleh masyarakat yang primitif dan
terisolir.
d. Terjadinya
moderenisasi di berbagai bidang. Dengan moderenisasi dapat meningkatkan taraf
kehidupan masyarakat di berbagai bidang, yaitu sosial, budaya, ekonomi,
politik, dll.
·
Dampak Negatif
a. Terjadinya
ketertinggalan budaya (cultural lag)
Cultural lag yaitu
suatu keadaan dimana terjadi unsur-unsur kebudayaan tertentu yang tertinggal
perkembangannya ditengah berbagai kemajuan unsur kebudayaan yang lain
b. Terjadinya
diorganisasi social.
Di organisasi sosial adalah suatu keadaan
dimana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu
kebulatan.disorganisasi dapat diketahui, dari suatu organisasi dapat berfungsi
dengan baik atau tidak. Perwujudan disorganisasi yang nyata adalah timbulnya
masalah social.
c. Menurunnya
rasa solidaritas sosial, gotong royong, tenggang rasam toleransi, dll.
d. Munculnya
berbagai demonstrasi, kenakalan remaja, meningkatnya angka kriminalitas dan
pergolakan diberbagai daerah.
Ø Contoh
perubahan sosial dan kebudayaan, antara lain :
1.
Cara Berkomunikasi
Berkembangnya teknologi informasi dan
komunikasi merubah cara kita dalam berkomunikasi. Dulu komunikasi dilakukan
dengan surat-menyurat, tetapi saat ini dilakuan dengan sms atau e-mail. Dulu
juga ada yang namanya telegram dan telegraf, akan tetapi saat ini perannya
digantikan dengan telepon, handphone, dan jejaring sosial. Ini membuktikan
bahwa perkembangan teknologi dapat menyebabkan perubahan budaya dimasyarakat.
2.
Cara Berpakaian
Cara masyarakat kita berpakaian tidak lepas
dari globalisasi dan modernisasi di Indonesia. Dulu, orang-orang kita bangga
mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Tetapi, saat ini rasanya hal
itu sangat sulit dijumpai kecuali kalau ada acara-acara adat. Cara berpakaian
dipengaruhi dari informasi-informasi yang didapatkan dari berbagai media
seperti Tv dan Internet. Saat ini, cara berpakaian sebagian masyarakat banyak
dipengaruhi oleh budaya barat.
3.
Gaya Hidup
Salah satu perubahan sosial budaya yang
terjadi didalam masyarakat Indonesia adalah gaya hidup atau lifestyle. Sebagian
masyarakat menerapkan gaya hidup yang baik didalam kehidupannya seperti menjadi
vegetarian, workaholic, dll. Tetapi ada juga sebagian masyarakat yang
terjerumus kedalam lifestyle yang tidak baik yang tentu tidak sesuai dengan
kepribadian bangsa Indonesia seperti narkoba dan pergaulan bebas.
4.
Westernisasi (Kebarat-baratan)
Tidak sedikit budaya barat yang masuk ke
Indonesia, contohnya adalah perayaan hati valentine dan halloween. Meskipun
kedua budaya tersebut bukan budaya asli indonesia, akan tetapi tidak sedikit
masyarakat Indonesia yang melestarikan budaya tersebut. Banyak masyarakat
Indonesia yang menyatakan bahwa budaya asing jauh lebih menarik ketimbang
budaya kita sendiri, hal ini yang menyebabkan interest kepada budaya lokal
semakin menurun.
5.
Emansipasi Wanita
Salah satu bentuk perubahan sosial budaya
yang terjadi dimasyarakat Indonesia adalah emansipasi wanita, artinya wanita
memiliki derajat yang sama dengan pria. Dulu kita jarang sekali melihat wanita
yang menjadi pimpinan, bahkan ada kalimat orang tua yang menyatakan bahwa
kehidupan wanita adalah disekitar dapur, sumur, dan kasur. Saat ini tentu
berbeda, banyak wanita yang menjabat peran penting dinegeri ini seperti anggota
parlemen, pimpinan perusahaan, dll.
6.
Masyarakat Semakin Kritis
Perkembangan informasi dan komunikasi membuat
akses terhadap informasi semakin mudah. Informasi tersebut bisa didapatkan dari
berbagai media komunikasi, seperti koran, televisi, internet, dll. Hal tersebut
membuat masyarakat kita semakin cerdas dan kritis, contohnya adalah masyarakat
selalu mengomentari kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk negeri
ini, terlebih jika kebijakan tersebut tidak populis dimata rakyat.
7.
Hilangnya Permainan Tradisional
Saat ini, kita akan sulit untuk menemukan
permainan tradisional seperti gasing atau congklak. Kalaupun ada, pasti
dimainkannya didaerah-daerah terpencil seperti pedesaan. Padahal permainan itu
sangat populer pada masanya, dan merupakan permainan asli Indonesia. Sekarang
perannya sudah diganti dengan permainan modern seperti Playstation, Xbox, Wii,
dan lain-lain. Nampaknya permainan modern jauh lebih menarik ketimbang
permainan tradisional.
8.
Pudarnya Minat Kepada Alat-alat Musik
Tradisional
Minat masyarakat terhadap alat-alat musik
tradisional seperti angklung, gamelan dan lainnya semakin berkurang. kalaupun
ada itu hanya sebagian kecil masyarakat yang peduli dan tergerak hatinya untuk
melestarikan alat-alat musik tradisional. Sekarang banyak masyarakat yang
cenderung menyukai alat-alat. musik modern seperti gitar, piano, drum dan
lainnya. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin alat-alat
musik tradisional kita akan hilang.
9.
Tergerusnya Kebudayaan Indonesia
Bentuk lain perubahan sosial budaya di
Indonesia adalah tergerusnya budaya asli Indonesia. Perlu diketahui bersama
bahwa tidak sedikit dari kebudayaan kita yang sudah mulai punah. Meskipun
demikian, banyak masyarakat Indonesia yang lebih berminat dengan budaya asing
yang masuk ke Indonesia seperti break dance, beat box, dan lainnya. Ini sangat
mengkhawatirkan dan perlu segera perlu segera ditindaklanjuti bersama.
10. Penggunaan
Bahasa Daerah Semakin Jarang
Contoh perubahan sosial budaya lainnya adalah
penggunaan bahasa daerah yang sudah semakin jarang. Kita tahu bersama, ada
banyak bahasa daerah di Indonesia ini (lebih dari 100 bahasa daerah). Akan
tetapi saat ini banyak masyarakat yang cenderung menggunakan bahasa Indonesia.
Hal ini bukan tanpa alasan, karena bahasa Indonesia dimengerti oleh semua
sedangkan bahasa daerah hanya dimengerti oleh masyarakat daerah tertentu saja.
Dampak langsung dari globalisasi dan modernisasi salah
satunya adalah perubahan sosial dan budaya yang terjadi di dalam kehidupan
masyarakat. Perubahan sosial budaya dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat
merubah struktur, fungsi, nilai, norma, pranata, dan semua aspek lainnya.
Perubahan ini bisa terjadi pada salah satu anggota masyarakat atau seluruh
lapisan masyarakat. Perubahan
ini bisa dilakukan siapa saja, baik secara individu, sekelompok orang, maupun
mayoritas masyarakat. Penerimaan
masyarakat terhadap perubahan sosial budaya dapat dilihat dari perilaku masyarakat
yang bersangkutan. Apabila perubahan sosial budaya tersebut tidak berpengaruh
pada keberadaan atau pelaksanaan nilai dan norma maka perilaku masyarakat akan
positif. Namun, jika perubahan sosial budaya tersebut menyimpang atau berpengaruh
pada nilai dan norma maka perilaku masyarakat akan negatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar